INFO DESA HARI INI, INFORMASI TKI/TKW

KJRI Jeddah Layani 54000 Dokumen TKI Overstayers


Cilacap, BNP2TKI, Selasa (15/6) – Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menyatakan sudah banyak kemajuan yang dilakukan aparatur pemerintah dalampengurusan dokumen perjalanan para TKI Overstayers (pelanggar batas izin tingga) di Konsulat Jenderal RI Jeddah.

“Dari laporan yang kami terima sudah ada 54.000 pelayanan dokumen yang berhasil dilakukan KJRI Jeddah,” kata Jumhur menjawab pertanyaan wartawan seusai berbicara di Jambore Buruh Migran 2013 di Desa Sidaurip, Kecamatan Binangun, Cilacap, Selasa (11/6)

Menurut Jumhur, apa yang telah dilakukan oleh petugas pemerintah di Jeddah sudah luar biasa. Pelayanan itu dilakukan siang-malam, dalam suasana suhu udara yang panas dan desakan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang cepat dan nyaman.

Ia menilai munculnya kericuhan para TKI di Jeddah pada Minggu (9/6), kata Jumhur, hal itu disebabkan karena adanya provokasi dari kelompok pekerja yang mengatakan bahwa tanggal 9 Juni merupakan batas akhir dari pelayanan. Karena itu, tak heran pada 9 juni terkumpul 12.000 pelayanan dokumen.

“Mereka membakar kertas, plastik di pintu gerbang gedung KJRI hingga menimbulkan kepulan asap seperti terlihat di televisi,” katanya.

Jumhur menilai, mereka yang memprovokasi adalah mereka yang selama ini meraup keuntangan dengan menampung TKI tidak berdokumen.

“Mereka memprovokasi karena khawatir kehilangan pekerjaan jika para TKI ini memiliki dokumen resmi untuk bekerja di Arab Saudi,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa pemerintah bekerja maksimal dalam membantu amnesti TKI overstayers (pelanggar batas izin tinggal) di Arab Saudi.Jumhur menampik kabar pembakaran Kantor KJRI di Jeddah. Dari keterangan KBRI Riyadh, pembakaran itu terjadi di luar Kantor KJRI Jeddah berupa pembakaran sampah dan plastik pembatas jalan.

Dia menambahkan, kondisinya sekarang sudah membaik bahkan ada rencana perpanjangan dari Pemerintah Arab Saudi. “Kami berharap pemerintah meloby Kerajaan Arab Saudi untuk memperpanjang batas tenggat waktu dari yang sudah ditetapkan sebelumnya pada tanggal 3 Juli,” jelasnya.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya menetapkan aturan batas waktu pengurusan dokumen ketenagakerjaan hingga 3 Juli 2013. Bagi pelanggar batas waktu akan dikenakan sanksi berupa hukuman 2 tahun penjara dan denda 1.000 Riyal. Saat ini pemerintah sedang melobby agar batas waktu tersebut diperpanjang hingga 4 Oktober.(zul/toh/b)

photography: affandi, herry hidayat, joko, dwi hartanto – webdesign: ayahyaweb.com

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KLIK HIGERPIN

Silahkan Masukan Alamat Email anda

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

DAFTAR TAMU

  • 34,613 hits

REDAKSI

%d blogger menyukai ini: