POLITIK PEDESAAN

MEMBURU KURSI NOMOR SATU BALAI DESA JAGAPURA LOR


Tinggal menunggu hari, pelaksanaan pemilihan Kuwu Desa Jagapura Lor akan diselenggarakan pada tanggal 14 Juli 2011. Tiga kandidat Calon Kuwu akan ditentukan nasibnya. Diantaranya dengan nomor urut (1) Suwadi,(2) Bambang dan (3) Hasan. Berbagai pandangan dan persepsi serta terawang dari para ahli mulai bermuculan,diantaranya sebagai berikut :

  1. Terawang kemenangan Calon Kuwu melalui Mistikologi

Berdasarkan primbon atau kitab-kitab kuno yang menggunakan penggunaan kata dalam bahasa sangsekerta, seperti ha,na,cara,ka data,sa,wala,mangga,jaya,na,pada, batanga. Dijadikan petunjuk untuk menghitung neptu nama calon kuwu yang akan menang. Dalam melakukan spesifikasinya biasanya para peramal menggunakan angka deret 3 (sri,lungu,dunya) dan angka deret panca atau 5 (Sri, lunggu, Duniya,lara,pati). Namun untuk memberikan kesimpulan kemenangan dari salah satu calon kuwu dengan neptu yang berakhir dengan angka 2 disebut lunggu atau jaya.

Pola perhitungan tersebut dalam pandangan mistikologi dihitung dari seluruh jumlah nama suami dan istri calon kuwu sebagai dasar perhitungan neptu. Namun beberapa para peramal juga menghitung hari dan tanggal pendaftaran,Nomor urut Calon Kuwu,tanggal Penetapan Daftar Pemilih dan Hari pemilihan Kuwu. Apabila semuanya bisa menghasilkan kesimpulan angka 2 (Lunggu atau Jaya) maka dipercayai oleh para peramal itu calon kuwu yang bakal menang dan menduduki kursi nomor satu balai desa jagapura lor.

Terlepas percaya atau tidak percaya pada ramalan yang dilakukan oleh peramal. Itu-lah realita yang masih melekat pada budaya masyarakat desa dalam menerawang kemenangan Calon Kuwu.

  1. Terawang Kemenangan Calon Kuwu melalui ngitung sedulur dan pembangunan sugesti pada warga desa

Beberapa calon kuwu termotivasi untuk mencalonkan diri menjadi kuwu atas dasar kerabat yang banyak pada wilayah hak pilihnya dan dukungan dari warga. Namun angka kerabat dan dukungan yang terkadan semu karena pola manajemen kampaye yang salah.

Tidak sedikit uang yang dikeluarkan oleh Calon kuwu untuk membangun rasa sugesti pada warga untuk memilih dirinya dan pembangunan talisilaturahmi dengan kerabat semua harus bermodalkan uang. Banyak persepsi warga yang mengatakan bahwa kemenangan calon kuwu ditentukan oleh berapa besar calon mempunyai modal berupa uang. Pola-pola seperti ini sudah menjadi budaya di masayarakat desa dalam hal pemilihan kuwu.

Calon kuwu sendiri seperrti investor yang tidak mempunyai konsep jelas dan hanya bekerja berdasarkan budaya pemilihan kuwu. Model kerja yangidilakukan oleh Calon Kuwu yang bertidak sebagai investor kekuasan,hanya menggunakan pialang atau istilah lainya cucuk sebagai spekulasi suara dengan membangun sugesti pada warga desa menggunakan uang sebagai alat kampanye. Jadi kemenangan calon kuwu ditentukan oleh berapa banyak barang dan uang yang di distribusikan kepada warga desa yang mempunyai hak pilih.

  1. Terawang Panitia Pemilihan Kuwu sebagai Mesin Demokrasi Pemilihan Kuwu

Panitia sebagai konstitusi yang dipilih oleh BPD dan Kuwu guna menyukseskan pemilihan kuwu secara adil dan jujur. Peran panitia pilwu sangat menentukan terciptanya iklim demokrasi yang adil dan bijaksana. Namun kinerja panitia pemilihan kuwu hanya di monitoring oleh biokrasi seperti kecamatan,Muspik,BPD dan Kuwu tanpa adanya perwakilan dari masing-masing Calon Kuwu.

Setiap warga desa jagapura lor mengharapkan pemilihan kuwu berjalan secara aman,damai,adil dan bijaksana. Namun semua itu tergantung dari peran panitia sebagai mesin demokrasi pemilihan kuwu. Berberapa pekerjaan rumah panitia  pada pra pemilihan adalah penetapan Daftar Pemilih yang logis dan berdasarkan data Referensi sebagai patokan sehingga menghasilkan jumlah hak pilih perempuan dan laki-laki secara komperhensif juga secara kondisi hak pilih bisa menghasilkan jumlah hak pilih Tetap dan jumlah hak pilih Tambahan karena warga masih berada diluar desa jagapura lor,tetapi tidak hilang kewargadesaannya.

Sedangkan tugas terberat panitia adalah pendistribusian undangan dan surat suara karena realisasi hak pilih dengan jumlah hak pilih akan menjadi taruhan bagi panitia serta surat suara yang tidak digunakan.

Ke tiga komponen yang akan dijadikan landasan dalam pemilihan kuwu saat ini,terlepas siapa yang menang dan siapa yang kalah, masing-masing calon harus mempunyai jiwa besar karena suksesnya calon tergantung mesin politik dari masing-masing calon yang dinamakan cucuk atau team sukses serta panitia pemilihan kuwu yang adil dan bijak serta berperan sebagai wasit dan pelayan dalam menyukseskan pemilihan kuwu Desa Jagapura Lor(Badi,07/07/2011)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KLIK HIGERPIN

Silahkan Masukan Alamat Email anda

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

DAFTAR TAMU

  • 34,613 hits

REDAKSI

%d blogger menyukai ini: