EKONOMI PEDESAAN

Sektor Pertanian di Kab. Cirebon Paling Banyak Menyerap Tenaga Kerja


SUMBER,(PRLM).- Meskipun disisi lain generasi muda di perdesaan cenderung enggan bekerja di pertanian, tetapi, sektor tersebut sesungguhnya sangat banyak menyerap tenaga kerja.

“Saya kira sektor pertanian paling banyak menyerap tenaga kerja, karena untuk setiap satu hektare tanaman padi, dari mulai pengolahan tanah sampai dengan panen rata-rata memerlukan sedikitnya seratus orang pekerja,” kata Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kab. Cirebon, Tasrif Abubakar di Sumber, Jumat (27/3).

Tokoh petani asal Desa Sibubut, Kecamatan Gegesik tersebut mengalkulasi, jika saat ini di wilayah Kabupaten Cirebon terdapat tanaman padi seluas 40 ribu hektare saja, artinya, tenaga yang terseraf di sektor pertanian tanaman padi bisa mencapai 4 juta tenaga kerja.

Tasrif berpendapat, agar sektor pertanian khususnya padi berhasil dengan baik, harus ada kelompok-kelompok tani. Setidaknya setiap lahan minimal 10 hingga 25 hektare harus ada kelompok tani agar lebih mudah untuk mengamati hama dan penyakit (hapen) tanaman.

Diakui Tasrif, sekarang ini di wilayah Kabupaten Cirebon sudah terdapat sebanyak 1.600 kelompok tani. Oleh karenanya, apabila di suatu desa tidak ada kelompok tani itu naif. “Kalau kelompok tani itu tidak aktif. Atau vakum agar segera bermusyawarah, karena, suka ada bantuan dari pemerintah terutama pupuk dan benih padi. Tanpa ada kelompok tani, terkendala untuk penyalurannya dan aturannya memang harus ada kelompok tani,” katanya.

Disebutkan, sebetulnya sudah banyak petani yang sumber daya manusianya sudah bagus. Bahkan sekarang- sekarang sudah ada sekolah lapang pengamatan hama terpadu (SLPHT). “Agar tanam padi berhasil, petani itu harus siap dengan benih bernutu, siap pupuk, siap memberantas hama dan penyakit,” kata Tasrif, mengingatkan.

Dia juga menambahkan, kalau saat ini untuk melindungi tanaman petani itu sudah ada Undang-undang Perlindungan Tanaman (Perlintan), namun, sebetulnya ada hal yang mendesak yaitu memerlukan Undang-undang
perlindungan produksi, agar saat panen raya harga tetap
stabil.(A-146/kur).***

Diskusi

Komentar ditutup.

KLIK HIGERPIN

Silahkan Masukan Alamat Email anda

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

DAFTAR TAMU

  • 34,613 hits

REDAKSI

%d blogger menyukai ini: