INFORMASI TKI/TKW

JUMLAH KASUS TKI HAMIL DI HONGKONG MENINGKAT


Hong Kong, BNP2TKI (12/4) – Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Indonesia yang hamil di Hong Kong ternyata tak bisa dibilang sedikit. Setidaknya hal tersebut terungkap dari data Pathfinders, sebuah lembaga advokasi hukum yang bergerak dalam penanganan kasus buruh migran, dalam rentang 15 bulan terakhir.

Dari 120 buruh migran hamil yang meminta bantuan konsultasi dan advokasi ke Pathfinders selama 15 bulan terakhir, sebanyak 80 persen diantaranya adalah TKI. “Saya tidak tahu kenapa yang banyak datang adalah Indonesia. Bisa jadi juga karena jumlah buruh migran Indonesia di Hong Kong paling banyak sekarang,” ungkap Pendiri dan Direktur Pathfinders Kylie Uebergang sebagaimana dikutip Koran Suara, media antar TKI di Hong Kong, Senin (12/4).

Menurut Kylie, rata-rata buruh migran yang datang atau menghubungi kantornya sudah dalam kondisi hamil tua atau visa tinggalnya hampir berakhir. “Biasanya yang datang adalah mereka yang jadwal melahirkannya tinggal 2 minggu lagi atau visanya habis dalam 1 atau 2 hari lagi,” terangnya.

Tak sedikit pula yang datang sudah dalam kondisi overstayed, bahkan hingga lebih dari 3 tahun. Mayoritas dari mereka, sekitar 70 persen, ditinggalkan atau sudah tak berhubungan lagi dengan lelaki yang menghamilinya.

Menurut Kylie, terkait dengan kehamilan mereka, kebanyakan buruh migran asal Filipina memilih untuk melahirkan atau memulangkan anak yang dilahirkan ke Tanah Air. Namun buruh migran asal Indonesia kebanyakan ragu-ragu untuk pulang dan malu karena mesti berhadapan dengan keluarga dan kerabat di kampung halaman yang belum tentu bisa menerima kondisi mereka.

Beberapa di antara mereka kemudian memilih menyerahkan anak yang mereka lahirkan untuk diadopsi oleh warga Hong Kong. Kebanyakan pengadopsi adalah kaum ekspatriat Caucasians yang telah menjadi warga permanen Hong Kong.

Dari 10 kasus adopsi –hingga saat ini masih dalam proses- yang diserahkan Pathfinders ke Social Welfare Department Hong Kong, sembilan di antaranya adalah bayi yang dilahirkan oleh TKI. Ayah biologis dari bayi yang dilahirkan TKI tersebut rata-rata berasal dari Nepal dan Pakistan.

Namun Konsuler di KJRI Hong Kong, Bambang Susanto, meragukan data Pathfinders karena berdasarkan data KJRI kasus kehamilan yang terjadi pada TKI yang ditangani justru mengalami penurunan dari tahun 2008 ke 2009.

“Laporan yang masuk ke sini terhitung jarang. Saya tidak tahu kenapa begitu. Apakah karena malu atau karena posisi mereka biasanya sudah overstayed. Ada banyak faktor yang mempengaruhi,” ungkap Bambang.

Ia mengatakan hampir mayoritas BMI hamil yang ditangani oleh KJRI biasanya akan membawa bayi yang dilahirkannya pulang ke kampung halaman. Ia juga menyebut bahwa jumlah BMI hamil dan melahirkan yang ditampung oleh shelter KJRI mengalami penurunan dari tahun 2008 ke 2009.

Sementara untuk kasus adopsi, Bambang hanya bisa berkomentar bahwa syarat adopsi untuk anak Indonesia kini tak mudah. Beberapa waktu yang lalu, Departeman Sosial RI datang ke Hong Kong untuk menyosialisasikan hal ini di kalangan komunitas BMI. Mereka, menurut Bambang, juga sempat bertemu dengan pihak Social Welfare Department Hong Kong

Diskusi

2 thoughts on “JUMLAH KASUS TKI HAMIL DI HONGKONG MENINGKAT

  1. Ck… Ck… Ck…
    Yah mungkin karena di Indonesia banyak Cicak,
    Kalau dengar cicak kan segala macam jadi kecil, rezeky kecil, barang pribadi kecil, termasuk kebabasanpun ruang lingkupnya jadi kecil

    Posted by Dicky Dirga | 13/04/2014, 5:37 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KLIK HIGERPIN

Silahkan Masukan Alamat Email anda

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

DAFTAR TAMU

  • 34,613 hits

REDAKSI

%d blogger menyukai ini: