POLITIK PEDESAAN

MENGHITUNG SEDULUR SEBAGAI BEKAL DASAR TERPILIH JADI KUWU DESA JAGAPURA WETAN


Subadi

Ikatan Primordial  dan Garis Keturunan

Ikatan Primordial adalah hubungan darah,Ras,Agama,Daerah dan adat istiadat. Sedangakan sifat-sifat primordial merupakan hasil proses sejarah (C Greetz,1997). Ikatan primordial bukan urusan instink,bukan nasib tetapi terbentuk dalam proses waktu. Seperti halnya dalam kesetiaan persahabatan,keanggotan politik dan lain sebagainya.

Penerapan ikatan primordial yang digunakan sebagai modal untuk mendapatkan suara tetap dari sang calon kuwu maka ikatan-ikatan primordial dari hubungan darah yang di inventarisir melalui garis keturunan. Urutan Garis keturunan Jawa berdasarkan Sosiologi Keluarga (T.O Ihromi,1999) sebagai berikut ; (1) Keturunan Pertama di sebut Anak,(2)Keturunan kedua disebut Putu,(3)Keturunan Ketiga disebut Buyut, (4) Keturunan Ke-empat di sebut Canggah,(5) Keturunan ke lima disebut Wareng,(6) Keturunan ke enam disebut udeg-udeg,(7) Keturunan ke tujuh di sebut gantung siwur,(8) Debog Bosok dan (9) keturunan ke Sembilan di sebut Galih Asem.

Pelaksanaan investarisasi garis keluarga biasanya dilakukan sebelum pembukaan pendaftaran pencalonan kuwu di buka. Ada 2 (dua) alasan kenapa investarisasi garis keturunan itu dilakukan :

  1. Orentasi Budaya di Desa Jagapura Wetan yang belum mengalami proses pergeseran ke  arah kesadaran warga untuk memilih kuwu yang mempunyai visi,misi dan program kerja yang baik.
  2. Awal terjadinya proses konsolidasi massa guna menentukan strategi dan taktik dalam menyukseskan Calon kuwu menuju kursi nomor satu Balai Desa Jagapura Wetan.

Ke-dua alasan tersebut yang akan di jadikan dasar pedoman untuk maju mencalonkan diri atau mengundurkan diri di sampan factor-faktor penunjang lainnya.

Kombinasi Garis Keluarga Sebagai kekuatan masa Pendukung Calon Kuwu

Fase penentuan garis keluarga yang dilakukan oleh keluarga besar  calon kuwu akan lebih efektif jika calon kuwu melakukan lobi dengan orang-orang yang mempunyai garis keluarga besar yang tidak mempunyai hubungan dengan keluarga calon kuwu karena terputusnya mata rantai keluarga secara urutan keturunan jawa berdasarkan sosiologi keluarga.

Pola Komunikasi primordial yang dilakukan oleh calon kuwu,biasanya dibantu oleh sejumlah orang yang di sebut Cucuk. Peran cucuk sebagai pelaksana lobi-lobi keluarga besar yang berada di wilayah Desa Jagapura Wetan guna menjatuhkan hak pilihnya kepada calon kuwu yang di usung oleh cucuk. Berbagai cara yang dilakukan oleh cucuk untuk bisa menggandeng keluarga besar tersebut. Bahkan barter uang dengan suara menjadi Pasar Suara Hak pilih warga semakin tak terkendali dan kepiawaian cucuk di uji dalam membeli suara kepada keluarga besar hingga tidak terjadi beli suara satu di miliki oleh dua orng calon kuwu.

Peristiwa jual beli suara ini sudah terjadi cukup lama dan sudah menjadi rahasia umum seluruh warga desa jagapura khususnya dan seluruh desa jagapura pada umumnya. Walaupun proses pembuktinya sangat sulit karena belum ada proses hukum yang di lakukan oleh pihak yang berwajib.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KLIK HIGERPIN

Silahkan Masukan Alamat Email anda

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

DAFTAR TAMU

  • 34,613 hits

REDAKSI

%d blogger menyukai ini: