INFORMASI TKI/TKW

PENANGANAN MASALAH TENAGA KERJA INDONESIA DI TIMUR TENGAH


Data-data TKI yang saat ini berada di Penampungan di KBRI/KJRI di negara-negara penempatan adalah Saudi Arabia berjumlah 257 orang, Yordania 404 orang, Kuwait 506 orang, Qatar 35 orang, Malaysia 276 orang, Singapura 113 orang, Hongkong6 orang, Brunei Darussalam 44 orang, Taiwan 37 orang. Jadi total berjumlah 1678 orang. 2. Data Kepulangan WNI melalui Tarhil( rumah imigrasi di Jeddah) pada tahun 2007 berjumlah 24.834 orang, tahun 2008 = 23.921 orang, tahun 2009 = 13.839 (s.d Juni 2009). 3. Permasalahan terjadinya banyak kasus TKI di luar negeri adalah banyaknya TKI yang bekerja secara ilegal atau non prosedural. Hal ini terjadi karena: bekerja dengan tidak menggunakan visa kerja, yaitu menggunakan visa umrah/haji, visa kunjungan, visa belajar, impresariat, dll; kabur/lari dari majikan sebelum masa kontrak selesai; bekerja ke luar negeri melalui perusahaan yang tidak terdaftar di Depnakertrans; bekerja melalui jasa calo yang tidak bertanggung jawab. 4. Solusi permasalahan. a. Jangka pendek. o Koordinasi dengan lintas sektor: Deplu, Dephum dan HAM, POLRI, Dephub, Depsos, Meneg PP. o Pemulangan TKI bermasalah Saat ini pemulangan terkendala dengan beberapa hal diantaranya adalah sulitnya memperoleh exit permit dari pemerintah negara penempatan, seperti yang terjadi di Kuwait, Saudi Arabia, Yordania, dll. Hal ini karena sebagian besar para TKI yang berada di penampungan KBRI/KJRI memiliki masalah hukum seperti gaji belum dibayar, penganiayaan, pelecehan seksual, kasus pidana dan lain sebagainya. Selain itu kendala lainnya adalah berupa minimnya anggaran untuk memulangkan para TKI bermasalah di luar negeri. b. Jangka panjang. o Harus ada keputusan politik untuk mencegah warga negara Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri secara non prosedural dengan cara mempertajam kebijakan di bidang PPTKLN seperti revisi Undang-Undang 39 tahun 2004. o Meningkatkan peran dan tanggung jawab Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab/Kota sesuai kewenangannya dalam otonomi daerah, sehingga harus mengetahui semua warganya yang akan pergi ke luar negeri baik untuk bekerja/magang, kunjungan/wisata, belajar, umrah/haji maupun untuk misi kebudayaan, dll (dapat memastikan bahwa mereka berangkat sesuai dengan prosedur yang berlaku). o Peranan politik anggaran antara Pemerintah dengan DPR, sehingga jika terjadi masalah, dari sisi anggaran akan sangat mudah ditanggulangi. o Meningkatkan kerja sama dengan negara-negara penempatan agar ikut bertanggung jawab terhadap penyelesaian kasus-kasus TKI. o Mengefektifkan penegakan hukum sesuai dengan UU no. 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. 5. Penyelesaian Permasalahan TKI di Jeddah. 1. WNI Overstayers Saat ini, ada sekitar 400 WNI Overstayers yang berkumpul di bawah Jembatan Kandaran Distrik Syarafiyah Jeddah dan ribuan lainnya berada di sekitar Jeddah. WNI Overstayers merupakan WNI yang berada di Saudi Arabia dengan visa/kafil bebas yang ijin tinggalnya sudah habis masa berlakunya atau tidak mempunyai dokumen perjalanan resmi baik berupa paspor maupun dokumen perjalanan lainnya. WNI Overstayers berasal dari ; + WNI yang masuk ke Saudi Arabia dengan Visa Umrah/Haji ; dan + TKI yang kaburan/lari dari majikan resmi. b. Dampak negatif ”Overstayers” o Rentan terhadap kematian, penyakit, kejahatan fisik, pelecehan seksual dan rawan kawin kontrak ; o Rawan pemalsuan dokumen negara, berupa paspor congkelan, buku nikah palsu, dll ; o Identitas sulit dilacak ; o Tidak mendapatkan perlindungan hukum ; o Sulit mendapatkan perawatan kesehatan. c. Kondisi WNI Overstayers di bawah kolong Jembatan Kandaran : o Disamping WNI Overstayers asal Indonesia juga terdapat Overstayers dari India, Pakistan dan Bangladesh. o Setiap pagi pukul 07.00 banyak overstayers yang dari luar datang ke jembatan untuk diangkut ke Tarhil pada pukul 09.00 pagi. Dan setelah itu, bagi yang tidak dibawa ke Tarhil, kembali ke tempat masing-masing. o Tidak semua WNI Overstayers dibawa ke Tarhil, hal ini karena adanya peran calo-sindikat. d. Langkah-langkah Penyelesaian : o Pebentukan Tim Interdep yang terdiri dari Departemen Luar Negeri, Depnakertrans, Departemen Hukum dan HAM (Ditjen Imigrasi), Departemen Agama dan Departemen Keuangan dalam waktu dekat akan segera berangkat ke Jeddah, Saudi Arabia dalam rangka membantu upaya penyelesaian WNI Overstayers. o Sedangkan untuk penanganan di dalam negeri, akan dilakukan oleh Tim Interdep yang terdiri dari Departemen Luar Negeri, Depnakertrans, Departemen Hukum dan HAM (Ditjen Imigrasi), Departemen Agama, Departemen Keuangan, Departemen Kesehatan, Departemen Sosial, POLRI, Departemen Perhubungan dan Kejaksasaan Agung. e. Langkah-langkah Preventif : o Peningkatan mekanisme monitoring dan pengendalian jamaah umrah/haji asal Indonesia ; o Mengusulkan kenaikan gaji TKI dari SR. 800 menjadi SR. 1.500 (berdasarkan gaji tertinggi yang dibayarkan kepada TKI kaburan/ eks umrah/haji ; o Peningkatan kualitas CTKI ; o Peningkatan Sosialisasi dan penerangan secara intensif dan terpadu di daerah-daerah kantong overstayers.

Sumber Informasi : Pusat Humas Depnakertrans

Diskusi

6 thoughts on “PENANGANAN MASALAH TENAGA KERJA INDONESIA DI TIMUR TENGAH

  1. maaf pak saya ingin tahu bagaimana undang-undang Saudi arabia tentang ketenaga kerjaan dan juga perlindungan buruh migran , karena kebanyakan TKI yang bekerja di Saudi arabia banyak yang dianiaya

    Posted by khiya | 24/11/2009, 3:41 am
  2. kenapa penanganan tenaga kerja keluar negri khususnya timur tengah selalu telat dalam penyelesaian masalah. (katanya ada indikator bahwa di kbri/perwakilan mafia – mafia yg slalu melindungi para majikan :majikan ngasih duit sama staff2 kita. bukannya tenaga kerja kita| atau bisakah saya harap bekerja “KBRI” prosedural.)TOLONG BAPAK PERHATIKAN DAN BERESKAN. semoga ALLAH SWT menyertai kita amiiiiin .

    Posted by hendra | 17/01/2010, 3:14 pm
  3. yg tr hormat bpk/ibu tlng d ttp p’mbrngktn tkw d timur tengah yg s’ndrian.krna krja d tmr tngh s’ndrian tkt & menghawatirkn tr jdi’y pemerkosa’n. (Hery)

    Posted by Hery | 24/06/2010, 8:51 am
  4. tlong kami di bantu kakak kami di pulangkan karna kotaknya sudah selesai

    Posted by aan | 31/08/2012, 6:46 am
  5. saya adalah karyawan di salah satu Prusahaan jasa pengiriman tenaga kerja ke timur tengah dan tugas saya adalah mengurusi masalah kasus kasus yang menimpa TKI yg bekerja di timur tengah.salah satu kasus yang sangat menyita waktu dan fikiran adalah gaji yang di tahan oleh majikan dan sudah lewat nya masa kontrak bahkan sudah terlalu over kontrak nya namun majikan tidak mau atau enggan untuk segera memulangkan nya.saran saya alangkah baik nya jika pihak KBRI yang ada disana mengadakan sweeping yang bekerja sama dengan pihak pihak terkait seperti kepolisian atau pihak pihak lainnya dan sweeping itu dilakukan ke kantor Agency Agency perekrutan Tkw yang ada di timur tengah guna untuk mendata para pemakai jasa tkw agar dapat terdeteksi masa kerja tkw tersebut.sekian terima ksh

    Posted by maulana zainudin | 10/07/2013, 5:51 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KLIK HIGERPIN

Silahkan Masukan Alamat Email anda

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

DAFTAR TAMU

  • 34,613 hits

REDAKSI

%d blogger menyukai ini: