INFORMASI TKI/TKW

JOB FAIR INDRAMAYU


Job Fair Indramayu, Targetkan Jaring Ribuan CTKI Formal

Jakarta, BNP2TKI (17/7) Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menargetkan bisa menjaring ribuan Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) formal melalui Job Fair, yang akan diselenggarakan di Kabupaten Indramayu, 5-7 Agustus 2009.

Dalam Job Fair ini, BNP2TKI akan menyediakan database tentang calon TKI formal maupun TKI informal. Job Fair yang semula akan digelar akhir Juli lalu itu, direncanakan dibuka oleh Bupati Indramayu, Irianto Mahfud Shidiq.

“Kami berharap Job Fair yang sekaligus menjadi arena Bursa Kerja Luar Negeri ini bisa dibanjiri ribuan Calon TKI,” ujar Direktur Sosialisasi BNP2TKI, Roehyole Sigar, MM, MBA, Jum’at (17/7), seusai rapat persiapan akhir Job Fair BNP2TKI.

Rapar persiapan akhir keikutsertaan BNP2TKI dalam Job Fair Indramayu itu selain dihadiri oleh Direktur Sosialisasi, juga dihadiri Direktur Penempatan Pemerintah atau G to G, Drs. I Wayan Mandi, Kepala BP3TKI Bandung, Iwan Ridwan, dan wakil pengelola BKLN Wira Ayu Mandiri.

Roehyoel menyebutkan, selain BNP2TKI kegiatan Job Fair di Indramayu itu juga mengundang 5 Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), yang langsung membawa job order untuk penempatan TKI ke mancanegara.

Dari data yang masuk, saat ini sudah ada beberapa PPTKIS yang meminta Calon TKI. Permintaan itu berupa, 200 orang sopir bis untuk umrah di Jeddah, 1.500 orang tenaga kerja untuk cleaning service (laki-laki), 60 penjahit pria untuk konveksi, dan 80 TKW untuk pelayanan di rumah makan cepat saji Mc Donnald di Dubai.

“Selain permintaan TKI formal, umumnya PPTKIS juga mencari ribuan TKI untuk sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT),” ungkap Roehyole.

Terkait permintaan yang cukup tinggi itu, Roehyole meminta kepada pengelola BKLN Wira Ayu Mandiri agar berkoordinasi dengan PPTKIS, termasuk yang berkaitan dengan segala kelengkapan dokumen pendukungnya.

Roehyole memaparkan, selain program unggulan job fair dengan melibatkan Bursa Kerja Luar Negeri, BNP2TKI juga telah mengembangkan program Kelompok Belajar dan Berlatih Mandiri (Community Base Training Center). Semua Calon TKI yang belajar dan mendapat sertifikat di KBBM, otomatis terdafar di BLKN.

Direktur Sosialisasi BNP2TKI itu mengingatkan, agar BKLN jangan menjadi institusi pengesahan terhadap peran-peran baru seperti petugas lapangan, calo, atau sponsor.

“Siapapun yang bertindak seperti calo, akan berurusan dengan Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (trafficking) dan akan ditindak tegas,” ujar Roehyole seraya mengingatkan bahwa pada job fair BNP2TKI ini tidak memungut biaya untuk setiap layanan informasi.

Pada kesempatan itu, Wayan Mandi menambahkan pihaknya akan menugaskan staf G to G BNP2TKI untuk memberi pelayanan informasi tentang TKI yang mau ke Korea dan Jepang.

“Dari pengalaman kami di lapangan, banyak lembaga bahasa Korea yang abal-abal berfungsi hanya menjadi calo,” ujar Wayan.

Selain memberi layanan informasi tentang peluang kerja di luar negeri, stand BNP2TKI juga akan ditambah dengan layanan penanganan crisis center.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KLIK HIGERPIN

Silahkan Masukan Alamat Email anda

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

DAFTAR TAMU

  • 34,613 hits

REDAKSI

%d blogger menyukai ini: